PLOEY AUTHENTIC THAI CUISINE
Dulu di bank panin pusat (di pojokan Patung Pemuda Senayan dan samping ratu plaza) ini terdapat restoran Suan Thai, namun belakangan tutup entah mengapa. Dari sejumlah restoran Thai yang kurang lebih 26 buah di Jakarta, Phloey termasuk terbaru dan layak dicoba.
Jika berbicara tentang restoran Thailand, kita harus mempertimbangkan kesahihan rasa, keindahan tampilan makanan dan ambience thai, dan tak lupa pelayanan yang ramah.
KEBERSIHAN
Tentu saja excellent karena memang dikelaskan sebagai restoran Thailand kelas atas. Sekelas dengan Lan Na Thai atau Amarin Thai, Phloey mengindoktrinasi karyawannya untuk mengepaskan lap meja di paha kita. Toilet dan meja sangat kinclong untuk kelasnya.
Nilai 8
AMBIENCE
Dikelaskan sebagai tempat makan keluarga, Phloey yang di hargai oleh Kedubes Thailand di Indonesia sebagai salah satu tempat makanan Thailand yang direkomendasikan (selain Lan Na), ambience nya untuk upper middle class family dining, dengan lagu lagu jazz sebagai pengantarnya (bandingkan dengan Lan Na yang romance), agak tidak sesuai sebenarnya.
Nilai 7.5
PELAYANAN
They missed on greater. Yah, mereka lupa untuk senantiasa menempatkan greater di bagian depan restoran, sehingga kami sempat kebingungan, hendak duduk di mana. Layaknya restoran asia, greater adalah snagat penting, untuk guide para pelanggan mencari bangku dan untuk menjelaskan isi restoran apa pada pelanggan baru.
Selebihnya fair lah
Nilai 7.5
MAKANAN
Saya sungguh tidak mengharapkan rasa tom yam mereka seperti itu: plain, tidak panjang, dan tidak pedas, cukup manis malah. Namun ketika tiba pada disediakan Yam Sam Bok, salad mangga muda dengan taburan kacang tanah dan ikan laut /udang. Rasanya unggulan, cocok untuk dimangsa sebagai pembuka. Pak Pla Nam Deng, sup bibir ikannya sangat enak, tak heran kedubes Thailand merekomendasikan restoran ini. Pas antara irisan bibir dan porsi jamurnya. Juga Scallops Pad Prik Pao nya, snagat lezat dengan lada hitam yang mendominasi rasa di belakang kiri atap mulut kita. Gorengan yang bisa dimangsa sebagai pembuka lainnya adalah Sampler Platter yang terdiri dari Tod Man Pla, Tod Man Kung dan Kung Hom Pa. Dari ketiganya, Tod Man Pla dan Kung Hom Pa, rasanya benar benar lezat, meninggalkan kesan dibibir kiri bagian belakang. Sebagai makanan utama kami memesan Kung Man Korn op Wine, yakni Lobster masak bumbu anggur, namun tidak seperti yang kami harapkan, rasa anggurnya ”mati” oleh nam pla, sedemikian hingga terasa kesan nam pla yang panjang di bagian belakang kanan mulut kita. Tidak istimewa. Khao Op Sapparot nya tidak istimewa, datar dan tidak menusuk bumbunya ketika dimangsa. Jauh jika dibandingnya Op Sapparot nya Tongue Thai di Bnagkok. Hehehe. Sebagai penutup Man Chiam nya tidak terlalu istimewa, meski Khao Niauw durian nya menurut saya lebih enak disbanding Jittlada. Untuk minuman Thai Ice Tea nya lumayan meski jauh tentu saja disbanding warung jalanan Khrua Aroy di Bangkok sana.
Nilai 8.5
Bolehlah dicoba sebagai pembanding Jittlada, menurut saya dari segi rasa Phloey seimbang dengan Jittlada, meski soal harga lebih mahal Phloey tentu saja.
Dengan 710 ribu saya mendapatkan semua makanan di atas, harga yang seimbang dengan Lan Na untuk rasa yang kalah. Oh iya, Phloey ini juga sebuah tempat selingkuh yang sangat sesuai mengingat tempatnya yang tersembunyi