| |
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | La Piazza Kelapa Gading Jakarta |
Namanya My Hanoi House. saya tidak tahu apakah kata My ini merujuk kepada seseorang yang memiliki saham atau sepotong kata agar para pelanggan merasa memiliki ini restaurant. bebrapa teman saya orang Vietnam memang benar benar memiliki nama My, seperti misalnya My Nguyen Thuong dan Truong My Linh yang dua duanya engineer asal negeri saigon ini. OK kita tinggalkan pembahasan tentang nama ini kita lakukan pembahasan pada intinya saja.
Ambience. Ambience My Hanoi House ini menurut saya cukup lumayan karena saya merasa lega begitu memasukinya. Entah karena saya kemarin ke sana bersama sama seorang wanita yang sangat cantik atau karena plafonnya cukup tinggi, sedemikian hingga saya merasa nyaman. Mungkin salah satu yang mengganggu adalah TV besar yang senantiasa mencuri perhatian dan siarannya apa? ESPN!! Untuk para food goers menonton ESPN sambil mencicipi hidangan hidangan ala Vietnam Utara ini bukan lah sesuatu yang pas menurut saya. Saya kira mereka lupa rig down ituTV setelah Piala Dunia 2006 berlalu. Terbukti siarannya hanya ESPN. OK Ambience saya kasih nilai 6.
Kebersihan. Setiap saya ke restoran, hal pertama yang pasti saya tanyakan adalah apakah mereka memiliki toilet? Karena buat saya pribadi melihat kebersihan suatu tempat bisa dilakukan dengan melihat dua tempat saja: Toilet/Kamar mandi atau Dapur. Dan mereka tidak memilikinya. Selebihnya sebenarnya mereka cukup sigap membersihkan meja segera setelah pelanggan meninggalkan tempat. Hal yang bagus adalah penyediaan tissue dan tusuk gigi yang banyak. Nilai kebersihan 6.
Keramahan. Begitu saya dan moya krashivaya memasuki restaurant ini, seorang karyawan menghampiri dan menjelaskan setiap detail masakan yang disediakan. Saya tidak mengatakan bahwa dia mengetahui lebih mengetahui tentang masakan lebih dari saya, namun usahanya saya acungin jempol. Nilai 8.5.
Makanan. Tidak ada yang saya cari dari sebuah restaurant kecuali makanan yang khas dari restauran tersebut. Dan untuk kategori inilah saya memiliki dua yang paling khas. Nam Re Ran dan Banana Flower Salad. Banana Flower Salad saya pilih bukan sekedar karena sedari kecil ibu saya memasak bunga pisang ini sebagai menu utama di rumah (di Jawa Timur biasanya di preparasi sebagai Pecel Onthong atau Brengkesan Onthong, dua duanya khas dan wuennnakk tenan, Onthong = Bunga Pisang). Campuran antara bunga pisang, mentimun, daun kemangi, daun silantro, bawang merah, belimbing, mangga, wortel, sawi, dan lainnya menurut saya Pas. Excellent. Nam Re Ran. Atau Lumpia Vietnam. Mampir ke restoran Vietnam tanpa mencoba Lumpia nya menurut saya adalah kesalahan yang fatal. Dengan preserving yang khas, Lumpia yang disediakan menurut saya MAK NYOSSS. Saya pribadi bukanlah penggemar lumpia, namun saya rela berbagi lumpia dengan moya krashivaya hingga gigitan terakhir. Tandas. Demikian halnya dengan moya krashivaya, ngeces. Subhanallah, saya bisa makan enak. Di luar dua makanan khasnya ini kami memesang ikan kakap (namanya lupa, ada di postingan sebelumnya) goreng lada hitam, semacam soup Goulash dan steak daun sereh. Namun dua yang terakhir rasanya tidaklah istimewa. Jadi saran saya hindari makanan daging-dagingan di sana. Untuk ikan masih bolehlah. Minuman, tidak ada yang istimewa di sana, tidak ada Kopi Vietnam adalah penandanya. Kesimpulannya untuk makanan lumayan lah. Nilainya 6.5.
Preserving. Preservasi makanan cukup menarik. Meski sebenarnya ukuran piring kecil kurang dan tidak ergonomis, menyebabkan salad tercecer. Saya tidak ingin membahas banyak di sini. Nilai 7.
Selebihnya, pelayanan via kartu kredit, pelayanan "to go" nya, dan tata letak / desain interior so so lah.
Oh ya, saya menghabiskan IDR 180,000 untuk berdua... harga yang pas lah..
Nilai keseluruhan 6.5!!!
(Direview bersama oleh Gharonk dan Krashivaya, 19 Oct 2006)

| | |
|
|